February 16, 2026

sultaniyya

Platform Artikel Berita Paling Update & Lengkap

Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik di Curug Wetan

sultaniyya.org Upaya penguatan sektor pertanian modern terus didorong Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Salah satu langkah nyata terlihat saat Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan panen melon hidroponik terpadu di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran Sentra Melon Hidroponik Terpadu bertajuk Melenial Hydrofarm yang digagas oleh masyarakat setempat.

Panen melon ini menjadi bukti bahwa pertanian tidak lagi identik dengan cara konvensional yang membutuhkan lahan luas. Dengan sistem hidroponik, hasil pertanian tetap dapat optimal meskipun dilakukan di lahan terbatas.


Apresiasi untuk Inisiatif Warga

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang memberikan apresiasi tinggi kepada warga, khususnya Ade Putra bersama kelompoknya, yang berani memulai budidaya melon hidroponik secara mandiri. Inisiatif tersebut dinilai sebagai bentuk kreativitas masyarakat desa dalam membaca peluang ekonomi.

Menurut Bupati, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pertanian dapat menjadi sektor menjanjikan apabila dikelola dengan metode tepat, disiplin, dan berbasis inovasi.


Panen Cepat dengan Hasil Menjanjikan

Budidaya melon hidroponik yang dikembangkan di Curug Wetan tergolong cepat menghasilkan. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, tanaman telah memasuki masa panen dengan kualitas buah yang baik.

Dari sekitar 130 pohon melon yang ditanam, hasil panen menunjukkan potensi ekonomi yang cukup besar. Dengan harga pasar yang relatif stabil, usaha ini mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah hanya dari satu kali panen.


Dorong Pemanfaatan Lahan Tidak Produktif

Melihat potensi tersebut, Bupati Tangerang mendorong agar program serupa dikembangkan di wilayah lain. Ia meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk menginventarisasi lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga.

Lahan-lahan tersebut dinilai dapat dioptimalkan untuk pertanian hidroponik sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mempercantik lingkungan.


Pertanian Modern sebagai Peluang Baru

Budidaya melon hidroponik dipandang sebagai solusi bagi masyarakat perkotaan dan desa penyangga yang memiliki keterbatasan lahan. Sistem ini tidak membutuhkan tanah luas serta lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi.

Selain itu, proses perawatan tanaman relatif lebih terkontrol sehingga menghasilkan buah yang bersih dan berkualitas tinggi.


Peran Generasi Muda dalam Pertanian

Sentra Melon Hidroponik Terpadu juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda. Melalui pendekatan modern, pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan berat, tetapi sebagai sektor kreatif yang bisa dikembangkan dengan teknologi.

Bupati Tangerang menilai keterlibatan anak muda sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.


Dampak Ekonomi bagi Warga Desa

Keberadaan sentra hidroponik memberi peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Mulai dari proses pembibitan, perawatan tanaman, hingga pemasaran hasil panen, semuanya membuka lapangan aktivitas produktif.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, usaha ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.


Manfaat Kesehatan dari Hasil Panen

Selain bernilai ekonomi, melon hidroponik juga memberikan manfaat kesehatan. Buah yang dihasilkan kaya vitamin, mineral, dan serat yang baik untuk tubuh.

Dengan proses budidaya yang higienis, produk hidroponik dinilai lebih aman dikonsumsi dan berpotensi menjadi komoditas unggulan lokal.


Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan pertanian berbasis teknologi. Dukungan dapat berupa pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran produk.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan.


Potensi Menjadi Sentra Unggulan

Ke depan, Desa Curug Wetan berpeluang menjadi sentra melon hidroponik unggulan di wilayah Tangerang. Model pertanian terpadu ini dapat direplikasi di desa lain dengan penyesuaian kondisi setempat.

Jika dikelola secara konsisten, hidroponik tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga ikon ekonomi kreatif desa.


Harapan ke Depan

Melalui kegiatan panen ini, pemerintah berharap semangat bertani masyarakat terus tumbuh. Pertanian tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi menjadi sektor ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

Kolaborasi antara pemerintah, warga, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa mandiri pangan dan berdaya saing tinggi.


Penutup

Panen melon hidroponik terpadu di Curug Wetan menjadi simbol transformasi pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan. Inisiatif warga yang didukung pemerintah membuktikan bahwa inovasi mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi.

Dengan pengelolaan yang konsisten dan dukungan berkelanjutan, pertanian hidroponik diyakini dapat menjadi salah satu pilar pembangunan desa sekaligus langkah nyata menuju ketahanan pangan daerah.

Cek Juga Artikel Dari Platform ketapangnews.web.id