March 9, 2026

sultaniyya

Platform Artikel Berita Paling Update & Lengkap

MPQ UMS Gaungkan Ngaji On The Road di CFD

sultaniyya.org Suasana car free day (CFD) biasanya identik dengan olahraga, jajanan kuliner, hingga pertunjukan seni. Namun di tengah ramainya aktivitas tersebut, ada pemandangan berbeda yang menarik perhatian masyarakat. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta hadir membawa mushaf Al-Qur’an dan mengajak warga untuk mengaji bersama.

Kegiatan itu digagas oleh Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an UMS atau MPQ UMS dengan tajuk “Ngaji On The Road” yang disingkat Ngaroad. Program ini menjadi bentuk dakwah kreatif yang mencoba mendekatkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat melalui pendekatan yang santai dan inklusif.

CFD dipilih karena menjadi ruang publik yang terbuka bagi berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia berkumpul dalam satu kawasan tanpa sekat. Momentum tersebut dinilai tepat untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang membumi dan mudah diakses.


Mengaji di Ruang Terbuka

Ngaji On The Road bukan sekadar membaca ayat suci. Konsepnya dirancang interaktif dan ramah bagi pemula. Warga yang melintas dapat berhenti sejenak untuk belajar huruf hijaiyah, memperbaiki tajwid, atau sekadar mendengarkan lantunan ayat.

Para anggota MPQ mendampingi peserta dengan sabar. Mereka menyediakan mushaf, buku panduan, hingga papan kecil untuk membantu pembelajaran dasar.

Suasana yang santai membuat banyak orang merasa tidak canggung. Tanpa tekanan formal seperti di ruang kelas, masyarakat bisa belajar dalam atmosfer yang hangat.


Ikhtiar Memberantas Buta Huruf Hijaiyah

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Syukron, menyampaikan bahwa Ngaroad menjadi upaya nyata untuk menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, masih ada sebagian orang yang belum lancar membaca huruf hijaiyah. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil untuk mengurangi buta huruf Al-Qur’an.

Ia menegaskan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan di masjid atau aula kampus. Ruang publik seperti CFD justru memberi peluang lebih luas untuk menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang.


Dakwah Kreatif Generasi Muda

Langkah MPQ UMS mencerminkan semangat dakwah generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi aktif mendatangi ruang-ruang publik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan esensi nilai spiritual.

Mahasiswa yang terlibat juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan sosial sekaligus melatih empati.


Antusiasme Warga CFD

Kehadiran Ngaji On The Road mendapat respons positif dari pengunjung CFD. Beberapa orang tua membawa anak-anak mereka untuk belajar mengenal huruf hijaiyah.

Ada pula remaja yang tertarik memperbaiki bacaan. Sebagian lainnya memilih duduk sejenak mendengarkan tilawah yang dilantunkan mahasiswa.

Interaksi yang terjalin terasa natural. Banyak warga mengaku senang karena kegiatan ini menghadirkan suasana religius di tengah keramaian.


Menjadikan Al-Qur’an Lebih Dekat

MPQ UMS ingin membumikan kalam Allah agar tidak terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Dengan membawa Al-Qur’an ke ruang publik, mereka berharap nilai-nilainya semakin mudah dipahami.

Belajar membaca Al-Qur’an tidak harus menunggu momen khusus. Di sela aktivitas olahraga atau rekreasi, masyarakat tetap dapat meluangkan waktu untuk mendekatkan diri pada kitab suci.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa dakwah bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan ramah.


Kolaborasi dan Keberlanjutan Program

Ke depan, MPQ UMS berencana menjadikan Ngaroad sebagai agenda rutin. Konsistensi dinilai penting agar dampak kegiatan semakin luas.

Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas lain. Sinergi antarorganisasi dapat memperkuat pesan dan memperluas jangkauan kegiatan.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.


CFD sebagai Ruang Edukasi Spiritual

Car free day selama ini dikenal sebagai ruang interaksi sosial dan rekreasi. Kehadiran Ngaji On The Road menambah dimensi baru dalam aktivitas tersebut.

CFD kini tidak hanya menjadi tempat olahraga dan hiburan, tetapi juga ruang edukasi spiritual yang inklusif.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.


Kesimpulan

Ngaji On The Road yang digelar MPQ UMS menjadi bukti bahwa dakwah dapat dilakukan secara kreatif dan membumi. Dengan memanfaatkan momentum CFD, mahasiswa berhasil menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang terbuka bagi siapa saja.

Semangat untuk memberantas buta huruf hijaiyah dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an menjadi inti kegiatan ini. Di tengah hiruk pikuk aktivitas akhir pekan, lantunan ayat suci menghadirkan ketenangan dan makna.

Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa mendekatkan diri pada nilai spiritual bisa dilakukan di mana saja, bahkan di tengah keramaian kota.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id