March 9, 2026

sultaniyya

Platform Artikel Berita Paling Update & Lengkap

Pabrik Busa Jepara Terbakar, Dua Pekerja Alami Luka

Pabrik Busa Jepara Terbakar, Dua Pekerja Alami Luka

Kebakaran hebat melanda pabrik busa PT Chengqi Industrial Indonesia yang berlokasi di Jalan Nalumsari, Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pekerja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Api dengan cepat membesar karena material yang terbakar merupakan bahan baku busa dan bahan setengah jadi yang sangat mudah tersulut. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari radius beberapa kilometer, memicu kepanikan warga sekitar kawasan industri.


Api Diduga Berasal dari Sambaran Petir

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh sambaran petir yang mengenai instalasi listrik di area pabrik.

“Diduga ada sambaran petir ke instalasi listrik dan menyambar mesin produksi serta bahan setengah jadi,” ujar Edy Marwoto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Akibat korsleting listrik tersebut, percikan api dengan cepat menyambar material busa yang tersimpan di area produksi, sehingga api langsung membesar dalam waktu singkat.


Laporan Masuk Pukul 10.38 WIB

Menurut Edy, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 10.38 WIB. Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Namun, setibanya di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar dan melahap sebagian besar bangunan pabrik. Hal ini membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lama serta penanganan khusus.


Bangunan Seluas 100 x 65 Meter Terbakar

Pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia memiliki luas bangunan sekitar 100 x 65 meter persegi. Sebagian besar area produksi terdampak langsung kobaran api.

Material busa yang memiliki sifat mudah terbakar menyebabkan api menjalar cepat dari satu titik ke titik lainnya. Petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.


12 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan

Untuk mengendalikan kebakaran, 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun pihak swasta.

Armada yang terlibat antara lain:

  • 7 unit Damkar Kabupaten Jepara
  • 1 unit bantuan Djarum Kudus
  • 1 unit water cannon Polres Jepara
  • bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara
  • bantuan dari Kota Jati
  • 1 unit BPBD Jepara
  • dukungan PT ELS Artsindo
  • dukungan PT HWI

Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan mengingat skala kebakaran yang cukup besar dan berisiko meluas.


Pemadaman Gunakan Foam dan Busa Detergen

Proses pemadaman tidak hanya menggunakan air, tetapi juga foam khusus dan busa detergen. Cara ini dinilai lebih efektif untuk memadamkan material busa yang sulit dipadamkan dengan air biasa.

“Proses pemadaman juga pakai foam dan busa detergen untuk mempercepat proses karena yang terbakar merupakan bahan yang mudah terbakar,” jelas Edy.

Teknik ini bertujuan menutup permukaan material agar tidak kembali tersulut api akibat panas sisa pembakaran.


24 Petugas Berjibaku Selama Lima Jam

Sebanyak 24 personel pemadam kebakaran diterjunkan langsung ke lokasi. Mereka berjibaku selama hampir lima jam untuk mengendalikan kobaran api.

Api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 15.45 WIB, guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.


Dua Pekerja Mengalami Luka Bakar

Dalam peristiwa tersebut, dua pekerja pabrik menjadi korban luka. Mereka adalah:

  • Reza Kamdani (25 tahun)
  • Diki Saputra (33 tahun)

Keduanya mengalami luka bakar di bagian punggung dan area tubuh sekitarnya akibat paparan api saat berusaha menyelamatkan diri.

Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pihak rumah sakit menyatakan kondisi korban dalam penanganan dan masih menjalani observasi.


Warga Sekitar Sempat Panik

Kebakaran yang disertai asap tebal sempat membuat warga sekitar lokasi panik. Sejumlah warga memilih menjauh dari area pabrik karena khawatir api merambat ke permukiman.

Petugas kepolisian dan aparat desa turut membantu mengamankan lokasi serta mengatur lalu lintas agar kendaraan pemadam bisa keluar masuk dengan lancar.


Tidak Ada Korban Jiwa

Meski kebakaran tergolong besar, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh pekerja lainnya berhasil dievakuasi tepat waktu.

Namun kerugian material diperkirakan cukup besar, mengingat sebagian besar area produksi dan bahan baku hangus terbakar.

Hingga kini, pihak perusahaan masih melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh.


Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada sambaran petir, namun pemeriksaan instalasi listrik dan mesin produksi tetap dilakukan.

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian maupun faktor teknis lain yang berpotensi membahayakan ke depannya.


Imbauan Kesiapsiagaan Musim Hujan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kawasan industri, khususnya di musim hujan yang disertai petir. Pemerintah daerah mengimbau perusahaan untuk:

  • melakukan pengecekan instalasi listrik secara rutin
  • memasang penangkal petir yang memadai
  • memastikan sistem keamanan kebakaran berfungsi optimal

Langkah pencegahan dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kebakaran serupa.


Penutup

Kebakaran hebat yang melanda pabrik busa PT Chengqi Industrial Indonesia di Jepara menjadi peristiwa serius yang menimbulkan kerugian besar serta melukai dua pekerja. Berkat respons cepat tim pemadam kebakaran dan kerja sama lintas instansi, api berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa keselamatan kerja dan sistem pengamanan industri harus selalu menjadi prioritas, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga : SAR Petakan 3 Titik Dugaan Jatuhnya Pesawat ATR

Cek Juga Artikel Dari Platform : dapurkuliner