March 9, 2026

sultaniyya

Platform Artikel Berita Paling Update & Lengkap

PBB Minta AS Hormati Kedaulatan Greenland

PBB Minta AS Hormati Kedaulatan Greenland

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Amerika Serikat untuk tetap menghormati prinsip kedaulatan negara di tengah mencuatnya kembali pernyataan Washington terkait rencana “mengambil alih” Greenland. Seruan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan wacana penguasaan pulau terbesar di dunia tersebut, disertai ancaman penerapan tarif terhadap negara-negara yang menentang langkah itu.

Pernyataan PBB menjadi sinyal tegas bahwa isu Greenland tidak hanya menyangkut hubungan bilateral, tetapi telah menyentuh prinsip fundamental hukum internasional yang diatur dalam Piagam PBB.


PBB Tekankan Prinsip Piagam PBB

Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menegaskan bahwa sikap organisasi dunia itu berpijak pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara anggota.

“Anda sangat menyadari bahwa posisi kami mencakup penghormatan terhadap Piagam PBB, yang menegaskan kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara anggota,” ujar Haq kepada wartawan.

Menurutnya, prinsip tersebut merupakan fondasi utama tatanan internasional yang telah disepakati oleh seluruh negara anggota PBB, termasuk Amerika Serikat.


Pernyataan Trump Picu Ketegangan Baru

Komentar PBB disampaikan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengangkat isu Greenland dalam beberapa kesempatan publik. Trump menyebut bahwa Greenland memiliki nilai strategis besar bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat serta pertahanan “dunia bebas”.

Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan pengenaan tarif ekonomi terhadap negara-negara yang menolak klaim Amerika Serikat atas wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut sontak memicu kekhawatiran di kalangan diplomat internasional karena dianggap membuka ruang tekanan politik dan ekonomi terhadap negara berdaulat.


Greenland Dinilai Strategis di Kawasan Arktik

Greenland menjadi wilayah yang semakin penting secara geopolitik seiring mencairnya es Arktik akibat perubahan iklim. Kawasan tersebut kini dipandang sebagai jalur baru perdagangan global serta menyimpan potensi sumber daya alam besar, termasuk mineral langka.

Trump berulang kali menekankan bahwa kehadiran Amerika Serikat di Greenland diperlukan untuk menghadapi meningkatnya aktivitas Tiongkok dan Rusia di kawasan Arktik.

Menurut Washington, kedua negara tersebut berupaya memperluas pengaruh militer dan ekonomi di wilayah utara dunia, sehingga menimbulkan kekhawatiran strategis bagi Amerika Serikat dan sekutunya.


Denmark dan Greenland Tegas Menolak

Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland dengan tegas menolak gagasan pengambilalihan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual dan masa depan wilayah itu sepenuhnya ditentukan oleh hukum internasional dan kehendak rakyat Greenland sendiri.

Denmark menyatakan bahwa Greenland merupakan wilayah otonomi dengan pemerintahan sendiri, namun tetap berada dalam Kerajaan Denmark berdasarkan perjanjian internasional yang sah.

Pemerintah Greenland juga menegaskan hak menentukan nasib sendiri tidak dapat diganggu oleh tekanan eksternal dalam bentuk apa pun.


Prinsip Integritas Teritorial Ditekankan

Baik Denmark maupun Greenland mengingatkan bahwa integritas teritorial merupakan pilar utama hubungan antarnegara modern. Prinsip ini menjadi landasan stabilitas global sejak Perang Dunia II dan tercantum jelas dalam Piagam PBB.

Mereka menyerukan agar seluruh negara, termasuk kekuatan besar, mematuhi aturan internasional demi mencegah konflik geopolitik yang lebih luas.


Kekhawatiran Dunia Internasional

Pernyataan Trump menuai respons dari berbagai kalangan internasional karena dianggap dapat menciptakan preseden berbahaya. Jika klaim sepihak terhadap wilayah negara lain dibenarkan, maka tatanan internasional berbasis hukum berpotensi melemah.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa isu Greenland dapat menjadi contoh bagaimana rivalitas kekuatan besar berisiko mengabaikan prinsip hukum internasional demi kepentingan strategis.


Arktik Jadi Arena Persaingan Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Arktik mengalami perubahan signifikan. Mencairnya es membuka akses pelayaran baru dan potensi eksploitasi sumber daya yang sebelumnya sulit dijangkau.

Situasi ini mendorong negara-negara besar meningkatkan kehadiran mereka di kawasan tersebut. Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok kini sama-sama memandang Arktik sebagai wilayah strategis masa depan.

Greenland, dengan posisi geografisnya yang vital, otomatis menjadi pusat perhatian geopolitik global.


Sikap PBB Jaga Stabilitas Global

Seruan PBB kepada Amerika Serikat dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas internasional. Dengan menegaskan kembali Piagam PBB, organisasi dunia itu berusaha mencegah eskalasi konflik yang berpotensi muncul dari pernyataan politik sepihak.

PBB menekankan bahwa penyelesaian sengketa wilayah harus dilakukan melalui dialog diplomatik dan mekanisme hukum internasional, bukan tekanan ekonomi atau politik.


Dampak Diplomatik bagi Hubungan AS–Eropa

Isu Greenland juga berpotensi memengaruhi hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa, khususnya Denmark sebagai anggota NATO.

Meski sama-sama berada dalam aliansi militer, perbedaan pandangan mengenai kedaulatan wilayah dapat menimbulkan ketegangan diplomatik apabila tidak dikelola secara hati-hati.

Para analis menilai bahwa kerja sama keamanan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengesampingkan prinsip kedaulatan negara.


Greenland dan Hak Menentukan Nasib Sendiri

Greenland sendiri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan otonomi. Wilayah ini memperoleh pemerintahan sendiri pada 2009, yang memberi kewenangan luas dalam urusan domestik.

Hak menentukan nasib sendiri menjadi isu sensitif bagi masyarakat Greenland, yang menolak menjadi objek tarik-menarik kepentingan geopolitik global.


Penutup

Seruan PBB agar Amerika Serikat menghormati kedaulatan Greenland menegaskan pentingnya Piagam PBB sebagai fondasi hubungan internasional. Di tengah meningkatnya rivalitas global di kawasan Arktik, prinsip integritas teritorial dan penghormatan terhadap negara berdaulat menjadi kunci menjaga perdamaian dunia.

Isu Greenland kini bukan sekadar wacana politik, melainkan cerminan tantangan besar yang dihadapi dunia dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan strategis dan hukum internasional. Bagaimana sikap Washington ke depan akan menjadi perhatian global, sekaligus ujian bagi komitmen negara-negara besar terhadap tatanan dunia berbasis aturan.

Baca Juga : Puting Beliung Terjang Banyumas, Ratusan Rumah Rusak

Cek Juga Artikel Dari Platform : indosiar