March 9, 2026

sultaniyya

Platform Artikel Berita Paling Update & Lengkap

Pesawat ATR Hilang di Maros Disewa KKP untuk Patroli

Pesawat ATR Hilang di Maros Disewa KKP untuk Patroli

Pesawat ATR 400 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diketahui merupakan pesawat patroli maritim yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dan biasa digunakan untuk mendukung pengawasan wilayah laut Indonesia.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Makassar yang kini memimpin operasi pencarian bersama berbagai unsur terkait.


Basarnas Terima Laporan Lost Contact

Kepala Kantor Basarnas Makassar, M. Arif, mengatakan pihaknya menerima laporan dari AirNav Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA.

“Kami menerima informasi dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi lost contact dengan pesawat jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dioperasikan atau disewa oleh KKP,” ujar Arif dalam keterangan pers yang dikutip Media Indonesia.

Pesawat tersebut diketahui membawa 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.


Digunakan untuk Patroli Maritim KKP

Pesawat ATR yang digunakan dalam misi tersebut merupakan armada patroli udara Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP.

Pesawat jenis ATR dipilih karena memiliki keunggulan operasional, antara lain:

  • kemampuan terbang rendah
  • daya jelajah luas
  • efisiensi bahan bakar
  • cocok untuk pemantauan laut dan pesisir

Dalam operasionalnya, pesawat ini digunakan untuk mendukung pengawasan terhadap aktivitas ilegal seperti:

  • penangkapan ikan ilegal (illegal fishing)
  • pelanggaran wilayah perairan
  • aktivitas kapal asing tanpa izin
  • pengawasan zona ekonomi eksklusif

Fungsi Strategis Patroli Udara KKP

Patroli udara menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pengawasan laut nasional. Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas, sehingga pengawasan tidak hanya bergantung pada kapal patroli laut.

Melalui patroli udara, KKP dapat:

  • memantau wilayah terpencil
  • mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih cepat
  • mengarahkan kapal patroli laut secara akurat
  • meningkatkan efektivitas penegakan hukum kelautan

Pesawat ATR sering digunakan karena stabilitasnya saat terbang rendah dan kemampuan menjangkau wilayah perairan yang sulit diakses.


Titik Dugaan Lokasi di Sekitar Bantimurung

Berdasarkan plot koordinat terakhir dari Air Traffic Control (ATC), posisi terakhir pesawat mengarah ke kawasan Bantimurung dan sekitarnya di Kabupaten Maros.

Wilayah tersebut dikenal memiliki kondisi geografis berupa:

  • kawasan karst
  • perbukitan dan hutan
  • medan terjal
  • akses darat terbatas

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.


Posko SAR Gabungan Dibuka

Sebagai langkah awal, Basarnas Makassar telah mendirikan Posko SAR Gabungan di kawasan Bantimurung untuk mengoordinasikan seluruh unsur pencarian.

“Tim kami sudah berada di lokasi dan telah membuka Posko SAR Gabungan di daerah Bantimurung,” kata Arif.

Posko ini menjadi pusat koordinasi antara:

  • Basarnas
  • TNI
  • Polri
  • pemerintah daerah
  • relawan
  • instansi teknis terkait

Helikopter TNI AU Dikerahkan

Untuk mempercepat pencarian, Basarnas juga meminta bantuan helikopter TNI Angkatan Udara guna melakukan observasi dari udara.

Pengamatan udara dinilai sangat penting mengingat:

  • medan darat sulit dijangkau
  • kemungkinan lokasi berada di hutan atau pegunungan
  • pencarian visual lebih efektif dari ketinggian

Helikopter digunakan untuk menyisir titik-titik koordinat yang dicurigai serta mencari tanda-tanda keberadaan pesawat.


Operasi SAR Dilakukan Terpadu

Operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor pencarian.

Upaya yang dilakukan meliputi:

  • penyisiran udara
  • pencarian darat
  • analisis data radar
  • pemantauan laporan warga

Basarnas juga berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat untuk menggali informasi tambahan.


Pesawat dalam Status Sewa

Basarnas menegaskan bahwa pesawat tersebut bukan milik KKP, melainkan milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa untuk keperluan operasional patroli maritim.

Skema sewa pesawat ini umum dilakukan oleh lembaga pemerintah untuk mendukung tugas pengawasan tanpa harus memiliki armada sendiri.

Pola tersebut juga memungkinkan fleksibilitas operasional sesuai kebutuhan pengawasan.


Belum Ada Informasi Penyebab Hilang Kontak

Hingga saat ini, penyebab hilangnya kontak pesawat belum dapat dipastikan. Otoritas penerbangan masih menunggu hasil pencarian dan data lanjutan.

Basarnas menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan pesawat dan seluruh penumpang.

Investigasi teknis baru akan dilakukan setelah pesawat ditemukan.


Pemerintah Pantau Ketat Proses Pencarian

Sejumlah kementerian dan lembaga terkait terus memantau perkembangan operasi SAR. Pemerintah pusat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pencarian.

Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari Basarnas dan otoritas berwenang.


Harapan Keluarga dan Publik

Kabar hilangnya pesawat patroli maritim ini menjadi perhatian luas masyarakat, mengingat peran strategis armada tersebut dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Keluarga kru dan penumpang berharap proses pencarian dapat berjalan cepat dan membuahkan hasil terbaik.


Penutup

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Maros diketahui tengah menjalankan misi patroli maritim dalam status sewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Basarnas Makassar bersama unsur gabungan kini terus melakukan pencarian dengan membuka posko SAR dan mengerahkan helikopter TNI AU.

Upaya maksimal terus dilakukan demi menemukan pesawat dan seluruh awaknya. Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam operasi pencarian ini, sembari mengimbau publik tetap mengikuti informasi resmi.

Baca Juga : Wildfires Hit Three Provinces Despite Rainy Season: BNPB

Cek Juga Artikel Dari Platform : infowarkop